|
KH. Surahman, Teladan Ilmu dan Amal |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Admin
|
|
Minggu, 18 Oktober 2009 |
KH. Dr. Surahman Hidayat, MA, adalah aktifis dan akademisi sekaligus. Selama di Mesir, beliau pernah menjabat sebagai Ketua PPI Mesir (sekarang PPMI). Profil dan kiprah beliau bisa kita dapatkan ceritanya secara live dari teman sekaligus pengurus PPI pada masa beliau, bapak Dr. Musthafa Abdurrahman, Wartawan Harian Kompas yang kini berdomisili di depan Mutsallas Hay Asyir.
Masa merubah segalanyaIlmu juga membentuk bijaksanaMemacu diri mencipta kecemerlanganMelepas diri dari cengkraman (Hijaz) Melihat sosok beliau, mengantarkan kita kepada profil sesorang yang cinta ilmu pengetahuan. Seorang yang gigih belajar agama. Siapa yang tidak kenal beliau. Panutan bagi kita yang belajar di negeri kinanah ini. KH. Dr. Surahman Hidayat, MA, adalah aktifis dan akademisi sekaligus. Selama di Mesir, beliau pernah menjabat sebagai Ketua PPI Mesir (sekarang PPMI). Profil dan kiprah beliau bisa kita dapatkan ceritanya secara live dari teman sekaligus pengurus PPI pada masa beliau, bapak Dr. Musthafa Abdurrahman, Wartawan Harian Kompas yang kini berdomisili di depan Mutsallas Hay Asyir. Rasanya, baru kemarin kita bertemu dan bersilaturrahmi dengan beliau. Dalam kunjungannya ke Mesir bersama anggota Syariah Consulting Center (SCC), 23 Juni 2007, beliau sempat menyampaikan pesan-pesan khusus bagi kita yang menimba ilmu di Mesir. Dalam rangka penjajakan kerjasama dengan Darul Ifta', beliau mengharapkan agar para alumni Mesir hendaknya mumpuni dalam ulum syar'i. Putra daerah Jawa Barat yang saat ini jadi anggota legislatif terpilih untuk DPR RI, nomor urut 1 Dapil.Ciamis dari Partai Keadilan Sejahtera. Lahir di Ciamis, 13 Mei 1957. Putra ke-3 (8 bersaudara) dari pernikahan Ajengan Ajiji dengan Ibu Eha. Beliau menikah dengan Dra. Hj. Cucu Nining Hulalah, putri dari KH. Busthomi dan Hj. Oma Adawiyyah dari Awipari Tasikmalaya. Saat ini H. Surahman dikaruniai 4 orang anak. Pendidikan dasar hingga sarjana muda diselesaikannya di Ciamis, Jawa Barat. Sejak remaja ia sudah aktif menimba ilmu agama. Ia tercatat pernah berguru pada beberapa orang Kyai, diantaranya ; Bpk. Wiharma, Bpk. Oyon, Bpk. Surja, Ajengan Hasbullah Ganda Senjaya, Ajengan Abbas Nawawi, Ajengan Satir, KH. Hasan Ma’oen, KH. Irfan Hielung, KH. M. Yusuf Shiddiq, KH. M. Siroj (Babah), KH. Choer Affandi (Uwa) dan KH. EZ. Muttaqien.
Bekal Surahman semakin matang melalui jalur pendidikan formal. Putra asli Sindanghayu, Banjarsari adalah lulusan Pesantren Cijantung Utama, Banjarsari. Ia kemudian menyelesaikan Sarjana Muda-nya di IAI Darussalam Ciamis. Ketertarikannya pada ilmu agama islam membuat Surahman haus menimba ilmu. Tak tanggung-tanggung, mulai gelar S1, S2 dan S3 ia peroleh dari Universitas Al-Azhar di Mesir. Aktivis Sejak Remaja Tokoh-tokoh besar dan berpengaruh bila kita perhatikan selalu memiliki skill leadership. Jiwa kepemimpinan itu tidak bisa diraih begitu saja, tanpa dilatih dan diasah sejak sedini mungkin. Semakin sering seseorang berorganisasi, maka semakin terasah kepedulian dan profesionalitasnya di tengah masyarakat. Tokoh kita ini sudah aktif berorganisasi sejak remaja. Ketua Osis di sekolah diembannya pada tahun 1971. Juga aktif di Pramuka bahkan sempat menjadi Dewan Kerja Pramuka Cabang Ciamis, 1973 – 1975. Aktif di Set. Menwa Ciamis pada tahun 1978, dan pernah menjadi Ketua Umum HMI Ciamis pada 1977-1980. Keaktifannya tidak berakhir seiring dengan berjalannya waktu. Beliau pun kemudian aktif dalam organisasi dan lembaga nasional. Kini, beliau adalah anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, anggota Dewan Pakar Persatuan Umat Islam Indonesia (PUI) dan Dewan Pakar ICMI. Politikus Muda Tidak seperti paham orde baru, yang selalu menekankan bahwa dunia politik adalah milik kaum tertentu. Pelajar dan mahasiswa tidak layak untuk memikirkan kebijakan Negara melalui jalur politik. Tugas mereka hanya belajar, berprestasi dan lupakan masalah negeri. Sudah ada yang memikirkannya sendiri. Banyak yang lupa, bahwa dulu Bung Karno ikut memikirkan dan merumuskan bangsa ketika masih pelajar dan mahasiswa. Begitupula Bung Hatta, ikut memikirkan nasib negeri dan memperjuangkannya saat masih mahasiswa di Belanda. Boleh juga dicatat tokoh seperti Bung Syahrir, Mr. Roem, dan lain sebagainya. Sejak masih tercatat sebagai pelajar dan mahasiswa di Ciamis, Ustdaz muda ini sudah aktif di organisasi politik. Ia pernah tercatat sebagai Sekretaris Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kecamatan Cijeungjing. Begitupula saat masih mahasiswa di Mesir. Ketika sedang merampungkan pendidikan Strata Tiga, di tengah kesibukannya mengejar deadline Disertasi, beliau aktif sebagai penasehat Partai Keadilan Perwakilan Kairo pada tahun 1999. Lalu, beliau pun berturut-turut mengemban amanat sebagai anggota Dewan Syariah PKS, Wakil Presiden Internasional PKS, dan kini sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Partai Keadilan Sejahtera. Tak sedikit orang berpikiran; kyai ya kyai, tidak usah ikut politik. Jelas pemikiran seperti itu salah besar. Kewajiban da’wah bukan hanya di masjid atau majlis ta’lim. Justru da’wah harus lebih diperkuat di lembaga-lembaga pemerintahan. Kenapa? Karena lembaga negara terlebih legislatif memiliki pengaruh yang sangat kuat pada nasib rakyat banyak. Kalau para pengambil kebijakan di negeri ini jauh dari nilai-nilai luhur agama, mana mungkin mereka akan menjadi wakil rakyat yang patut ditauladani. Menurut Surahman, politik adalah alat vital untuk perjuangan publik. Namun sayangnya saat ini institusi DPR masih perlu dibangun agar maujud menjadi lembaga politik yang taat hukum dan bermoral. Karena itulah, salah satu tekad yang tertanam kuat di dada Surahman saat ini adalah ingin berda’wah di lingkungan parlemen. Akademisi Belajar, berprestasi lalu mengamalkan ilmu yang didapat merupakan tugas insan akademis yang tidak dapat ditinggalkan. Tugas belajar ini ditekankan agama Islam, sejak dari buaian hingga liang lahat. Baik di sekolah, rumah, lingkungan dan masyarakat dapat menjadi wahana tempat belajar dan mengamalkan ilmu yang kita dapatkan.Gelar Lisence (Lc) beliau raih di Al-Azhar Mesir pada tahun 1985. Pada tahun 1995, beliau berhasil meraih gelar Magister pada Universitas yang sama. Disini beliau menulis thesis yang berjudul :"At-Ta`ayusy As-Silmi Baina Al-Muslimin Wa Ghairihin Fi Daulatin Wahidah"(Kehidupan yang Harmonis antara Muslim dan Non- Muslim dalam Satu Negara), dicetak oleh Darus Salam Mesir, sebuah tema yang mengemukakan tentang hubungan yang baik antara orang-orang Islam dengan non-muslim dalan satu negara.Kesempatan untuk mengikuti program Doktoral pada Universitas yang sama tidak disia-siakan. Beliau berhasil menggondol gelar Doktor dengan disertasi berjudul "Siyasatu Al-Istitsmar Fi Al-Masharif Al-Islamiyah" (Kebijakan Investasi di Bank-Bank Islam) pada tahun 2000.Beliau kini resmi tercatat sebagai dosen pasca sarjana pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan sebagai dosen terbang pada UIN Bandung. Juga mengajar di STEI Jakarta, UIK dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Juga tercatat sebagai anggota Dewan Pembina Ponpes Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat, dan anggota Dewan Pembina Yayasan Thariq Bin Ziyad, Kab. Bekasi, Jawa Barat.Selain ini beliau telah menulis beberapa buku antara lain :1. Inilah Hakikat Judi2. Pola Pikir Cendikiawan Muslim3. Maju tanpa Gejolak Bersama Islam4. Kerukuran antar Umat Beriman 5. Politik Investasi Perbankan PengabdianSeorang dai sejati, diharapkan mampu mengamalkan ilmu dan mengoptimalkan perannya dalam perubahan di tengah masyarakat. Ikut serta dalam membangun bangsa dan negara menuju ke arah yang lebih baik.Pada pertengahan tahun 90-an di saat marak munculnya isu perbankan syariah, beliau ikut bersama beberapa tokoh muda dalam mengawal dan membina lembaga-lembaga ekonomi syariah. Optimis terhadap perkembangan dan keberterimaan ekonomi syariah di masyarakat, beliau pun aktif dalam lembaga dan kajian ekonomi syariah. Terbukti, Disertasi beliau ikut menyumbangkan beberapa pemikiran dalam penerapan ekonomi syariah modern.Beliau pun kini aktif sebagai Ketua Dewan Pengawas Syari’ah Assuransi Tokyo Marine Indonesia, Cabang Syari’ah. Ketua Dewan Pengawas Syari’ah Hotel Sofyan Group, Jakarta. Anggota Dewan Pengawas Syari’ah Bank DKI Syari’ah, Jakarta. Dan konsultan di lembaga Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU).Keaktifan beliau ini juga tidak menyebabkan beliau luput dalam kerja-kerja dakwah dan politik. Di Partai Keadilan Sejahtera, beliau adalah anggota Dewan Pimpinan Tinggi Pusat (DPTP) yang beranggotakan 6 orang.Amanat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS diembannya sejak tahun 2004. Seluruh kebijakan PKS secara syar'i dikaji dan dianalisa, lalu kemudian menjadi produk kebijakan partai adalah menjadi tanggung jawab beliau. Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009, beliau diajukan PKS sebagai salah satu Calon Presiden dari Delapan Capres usulan PKS. Dan di Pilpres 2009 kemarin, beliau termasuk anggota Tim Lima PKS yang bertanggung jawab urusan lobby koalisi dengan partai-partai besar lainnya.Seabreg aktifitas dan kesibukan menjadi percepatan dalam pembelajaran dan kedewasaan dalam pengabdian. Dengan dibekali ilmu syar'i dan pemahaman yang syumul akan Islam dan peran dalam masyarakat, beliau kita harap serta doakan agar dapat menjadi panutan dan teladan. Beliau kini tinggal di Mangun Jaya Indah II Jl. Gagak IV D 10 / 12 - 14 Tambun Bekasi. Aktifitas beliau sehari-hari padat dengan berbagai kegiatan pendidikan dan dakwah Islam.Sukses dalam belajar, aktif dalam berdakwah, santun dalam berpolitik, mumpuni dalam kebijakan syar'i, dan memahami kebutuhan masyarakat menjadi citra pengabdiannya. Sebagai mahasiswa Al-Azhar, kita tertantang agar dapat berprestasi dan berbuat lebih baik, untuk bangsa dan negara tercinta. Sukses Studi, Sukses Organisasi!
|
|
|
|