|
Jaulah kali ini kita menuju ke negeri Welfare. Letaknya tak terlalu jauh dari lokasi jaulah kita kemarin di Negeri Tulip Belanda. Pernah kan sobat dengar slogan welfare? Iya, itu lho sejahtera. Penggal akhir dari akronimnya PKS. Tapi kita bukan mau bicara PKS saja, tapi bicara PKS di negeri Welfare. Negeri di benua Eropa ini diapit dua perairan memukau yaitu Laut Baltik dan Teluk Bothnia di bagian timur dan Selat Skagerrak dan Selat Kattegat di sisi barat daya. Untuk menyempurnakan keindahan alamnya, di belahan barat terlarik pegunungan Skandinavia. Masyarakat dunia mengenal negara sejahtera ini dengan sebutan Sweden atau Swedia. Beribukota di Stockholm. Kabarnya Swedia itu negara yang mampu survive (bertahan) menghadapi arus globalisasi yang kian membuat negara-negara miskin di Afrika meradang. Persaingan pangsa pasar internasional yang menggila telah menekan mental bangsa-bangsa terbelakan hingga terjungkal ke lembah krisis. Kata sekelompok peneliti (Karolina Ekholm, Dosen Institut Perekonomian Nasional Univ. Stockholm; Torben M. Andersen, Guru Besar di Univ. Århus Denmark; dll) yang menulis secara spesifik tentang Swedia dalam buku berjudul: "Welfare Swedia dan Pasaran Global" menyebutkan tiga hal yang menjadi ketangguhan Swedia. Karena Swedia memiliki birokrasi yang efektif dan berjalan baik, tingkat korupsi yang relatif rendah, dan kredibilitas yang tinggi antara sesama warga negaranya. Bicarain jumlah penduduk, Swedia itu menempati urutan ke-48 di dunia. Saat ini penduduknya berjumlah sekira 9.082.995m jiwa. Pembekakan padat huni di Swedia bukanlah di daerah perkotaan, seperti halnya yang terjadi di kota-kota besar di nusantara. Sebut saja, Jakarta, Medan, dan Surabaya. Tapi, justeru daerah padat huni di Swedia terletak di daerah selatan yang mayoritas masyarakatnya hidup mengembangkan sektor algikultur (pertanian). Kepadatan penduduk cenderung lebih tinggi di wilayah ini. Welfare-nya PKS Di pucuk Eropa nun jauh itu ternyata ada simpatisan PKS yang membentuk pusat informasi dan pelayanan (PIP) Partai PK Sejahtera. Menurut Ryan Anugrah Putra, Ketua PIP-PKS Swedia, yang membidani pendirian PIP di negeri Welfare, PIP-PKS Swedia dibentuk tanggal 16 Agustus 2008. Wah, masih baru ya. Tunggu dulu, masih kata Kang Ryan, "Kendati baru saja dibentuk, tetapi sebenarnya para kader dan simpatisan PKS telah mencoba meramaikan negeri yang dingin ini dengan aktivitas keislaman." O, ya di Sweden mayoritas warga menganut Kristen Lutheran (87%), maka sisanya (13%) itu campur aduk jadi satu: ada Katolik Roma, Ortodoks, Baptis, Yahudi, Budha, dan Islam). Umat Muslim memang menjadi minoritas di daratan Eropa, termasuk di Welfare. Lantas terkait kepercayaan warga Indonesia di Swedia sendiri bagaimana? Berdasarkan porelahan suara pada Pemilu 2004 silam, kata Kang Ryan, "PK Sejahtera berhasil menempati urutan pertama dengan perolehan suara sekitar 29.5 %". Beliau juga menambahkan, "Atas izin Allah Swt. Kemenangan ini menjadi bukti penerimaan masyarakat akan usaha para aktivis PKS disini". Aktivis PIP PK Sejahtera di Sweden menyelenggarakan program kegiatan, antara lain: Kajian rutin masyarakat, Peringatan Hari Besar Islam (PBHI) maupun pembinaan yang lebih intensif lagi, misalnya mengadakan acara rekreasi (wisata) alam, barbeque, dll. Semenjak pembentukannya, PIP-PKS Swedia berupaya secara berkesinambungan untuk menyapa, memberikan info dan pelayanan terhadap para kader, simpatisan, ataupun warga Indonesia di Sweden. Cakupan wilayah yang cukup luas meniscayakan media maya sebagai sarana paling signifikan. Memang sih bila di tanah air "menyapa masyarakat", Direct Selling (DS) dari rumah-ke rumah mudah sekali dilakukan, karena kendala jangakuan medan tersebut maka proses DS ditempuh melalui silaturahmi internet. Malah, kajian via online pun jadi alternatif penambah pengetahuan keislaman dan peningkatan keimanan juga. Undangan kajian online PIP-PKS negara tetangga seperti Jerman juga turut diinformasikan melalui milis. "Alhamdulillah, dari bulan ke bulan simpati masyarakat menunjukkan adanya peningkatan", tegas Kang Ryan. Pada Pemilu 2009 kali ini, PIP-PKS Swedia menargetkan -paling tidak- mempertahankan perolehan 30% suara. Dan, terbit asa bahwa helat Pemilu besar tahun ini melampui capaian itu. Beberapa hal yang telah berjalan selama ini adalah koordinasi antar kota, merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi program pemenangan Pemilu menjadi hal yang dipersiapkan secara matang. Selain semua program itu, hidup di Welfare yang sangat memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, mutu pendidikan, dan kesejahteraan sosial, seolah menjadi SEKOLAH HIDUP tersendiri bagi para Aktivis PIP-PKS disana. Terlebih negeri ini juga dikenal sebagai negara terbersih dari budaya korupsi. PK Sejahtera yang mencirikan diri bersih, peduli dan profesional diharapkan akan membentuk generasi masa depan yang berkualitas, sekaligus bisa memberi bekas di hati warga Indonesia di Swedia untuk nantinya dibawa pulang ke Indonesia. Di Swedia, Sekretariat PIP-PKS beralamat di Marklandsgatan 77, 50745 Borås, Swedia Telephone: +46762562218. Webblog: www.pksswedia. wordpress. com. "Salam dari PKS untuk dunia", sapa sayonara dari Ryan Anugrah Putra, Ketua PIP-PKS Swedia. [] |