Anis Matta: ""Komunikasi kami langsung dengan Pak SBY, dan itulah yang kami anggap resmi," PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Admin   
Senin, 01 Maret 2010

Sekjen Demokrat Mau Bawa Soal Golkar Dan PKS Ke Rapimnas

Sikap Partai Golkar dan PKS dalam Pansus Century membuat lelah Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin.

PADAHAL, koalisi pendukung pemerintahan 2009-2014 masih "seumur jagung". "Empat bulan perjalanan sudah begini melelahkan. Saya tidak bisa bayangkan apakah sisa perjalanan 4 tahun 8 bulan itu masih sanggup kami jalani bersama," kata Amir yang dihubungi lewat telepon.Lantaran itu. Amir bingung apakah Golkar dan PKS masih termasuk barisan pendukung pemerintah. "Sekarang, saya tidak berani lagi mengaku mereka itu koalisi, khawatir dikira Demokrat geer. Mungkin mereka punya sebutan lain," ujarnya.

Dia menambahkan, hubungan koalisi seharusnya dibangun atas dasar kebersamaan. Hal itulah yang menurutnya tidak terjadi, khususnya dalam Pansus Century.Lantaran itu, ia menyarankan Golkar dan PKS mencari nama yang lebih tepat mengenai hubungannya dengan pemerintah. "Saya lebih menaruh hormat kepada partai oposisi seperti PDIP, Ge-rindra dan Hanura, sebab posisinya jelas. Saya angkat topi. Saya tidak luluh meghadapi oposisi, karena posisi mereka jelas," ujarnya.Saat ditanya, apakah Demokrat sudah mengambil sikap mengenai hubungannya dengan Golkar dan PKS, Amir menjawab, hal itu diserahkan kepada Ketua Dewan Pembina Demokrat SBY. "Secara pribadi saya menegaskan, saya tidak berani lagi menyebut mereka sebagai partai koalisi," ujarnya.

Menurut Amir, masalah koalisi ini akan dibahas dalam rapimnas atau rakornas Demokrat dalam waktu dekat. "Hal ini tentu akan kami bawa untuk dibahas secara serius di rapat pimpinan. Dalam perkembangan sehari-hari. Ketua Dewan Pembina mengikutinya dan benar-benar mencermati-nya," kata dia.Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin mengatakan, sikap partainya dalam kasus Century bertujuan untuk memperkuat pemerintahan. Jika kasus ini berhasil diselesaikan, katanya, maka pemerintah bisa bekerja dengan tenang dan fokus mensejahterakan rakyat tanpa gangguan rumor.

"Kasus Century faktanya memang begitu, kami harus bagaimana lagi. Mungkin buat Pak Amir itu terasa keras, tapi Golkar ingin mencari kebenaran yang seterang-ierangnya," ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (27/2).Apalagi, lanjut Ade, kontrak politik yang disepakati antara partai koalisi dengan pemerintah bertujuan untuk memberantas korupsi. Sehingga, lanjutnya, pemerintahan dibangun di atas landasan yang bersih. "Saya pikir itu sudah menjadi komitmen bersama dan tidak ada yang keliru," ucapnya.Kendati begitu, Ade mengaku menghargai pendapat Sekjen Demokrat. "Menurut Pak Amir bagaimana baiknya, silakan, tapi itu belum tentu sikap Partai Demokrat," katanya.

Hal senada disampaikan Sekjen PKS Anis Matta. Menurutnya, apa yang dilakukan PKS dalam Pansus Century merupakan upaya membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa.Kata Anis, komunikasi PKS dengan SBY pun lancar, tidak ada masalah. Lantaran itu, ia heran mengapa Sekjen Demokrat tidak berani menyebut PKS sebagai partai koalisi. "Komunikasi kami langsung dengan Pak SBY, dan itulah yang kami anggap resmi," tandasnya.Anis juga meyakini, sikap PKS dalam Pansus Century tidak sampai merusak hubungan koalisi yang sudah dibangun dengan pemerintah. "Karena semua sudah kami komunikasikan dengan Pak SBY. Apa yang disampaikan Pak Amir belum tentu sikap resmi Demokrat dan SBY," tandasnya.

sumber : rakyat merdeka

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

   SITUS: Fraksi PKS DPR | DPW | PIPKS Luar Negeri | Fraksi DPRD | DPD | DPC | DPRa | Personal/Aleg | Tambah Web Link | RSS