|
JAKARTA--MI: Pakar politik UI Iberamsjah mempertanyakan kepantasan prilaku tiga staf khusus presiden yang sudah mencampuri urusan di luar tugas dan wewenang mereka. Ketiganya dianggap telah beralih fungsi dari staf khusus presiden menjadi juru bicara Partai Demokrat, terkait skandal Bank Century.
"Prilaku ketiganya terutama Denny Indrayana (Staf Khusus Presiden bidang Hukum) belakangan ini sudah keluar dari kepatutan etika birokrasi. Mereka sudah kelur dari patron tugas, fungsi, dan wewenang mereka. Apa urusan mereka dengan kasus Century?" papar Iberamsjah saat dihubungi Media Indoensia, Minggu (28/2). Tiga staf khusus tersebut adalah Denny Indrayana, Andi Arief (Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana) dan Velix Wanggai (Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah). Beberapa hari terakhir ketiganya ikut menjadi perisai bagi Partai Demokrat dan Presiden Bambang Yudhoyono untuk melindungi Boediono dan Sri Mulyani. Bahkan ketiganya tak segan menuding anggota inisiator hak angket Century terlibat kasus Century. Padahal di luar itu masih banyak pekerjaan mereka yang menumpuk. Dikatakan Iberamsjah akan lebih bermanfaat jika waktu dan tenga mereka dipergunakan untuk persoalan yang memang sesuai dengan bidang mereka. "Lebih baik Andi menangani bencana longsor di Ciwidey atau Pak Wanggai lebih baik memberantas fee di daerah-daerah saja," sindirnya. Pasalnya gaji ketiganya berasal dari APBN, jadi, imbuh Iberamjah, sudah semestinya mereka fokus pada tugas mereka. "Bukan malah jadi juru bicara Demokrat," tegasnya. Inisiatif ketiganya yang tidak tepat itu, menurut Iberamsjah, menunjukkan ketakutan yang berlebihan di kalangan elite Demokrat dan orang-orang di sekitar SBY. Ketkautan tersebut telah mendesak mereka melakukan berbagai cara untuk mencegah kemungkinann terburuk dari hasil akhir pansus Century. "Sebenanya tak ada yang perlu mereka takuti, kalau toh Boediono dan Sri Mulyani tak bersalah, mereka juga akan terlepas dari jerat hukum. Ini semkin menguatkan ada sesuatu di balik perlindungan habis-habisan Demokrat," tandasnya. Iberamsjah menilai apa yang dilakukan Denny, Andi, dan Velix harus diberikan sanksi tegas. Minimal, Presiden harus segera memberikan teguran keras dan bahkan pemecatan kepada ketiganya. "Presiden harus bertanggung jawab atas sikap memalukan ketiganya. Kasihan bangsa ini mempunyai staf khusus yang melenceng dan tidak berdedikasi," ujarnya. Ditambah lagi, lanjutnya, mereka telah benar-benar keluar dari patron seorang akademisi. "Mereka itu kan para doktor, kok tidak malu berperilau seperti itu, menuduh para inisiator hak angket melobi para tokoh bangsa. Saya sungguh heran," pungkasnya. (*/OL-7) sumber : media Indonesia |