|
Ditulis Oleh Admin
|
|
Selasa, 02 Pebruari 2010 |
Oleh: Umarul Faruq Abu Bakar (Mahasiswa Pasca Sarjana Al-Azhar University)
Sudah sekitar dua minggu lamanya saya serumah bersama Ust. Oni Sahroni. Penelitian beliau tentang studi komparatif hubungan antara Bank Konvensional dan Unit Usaha Syariahnya di Mesir dan Indonesia menjadi disertasi pertama yang membahas hal ini, dan beliau pun menjadi Doktor pertama dari Indonesia di bidang Fiqh Muqarin Universitas Al-Azhar.
Saat sidang disertasi tanggal 20/1 kemarin, beliau dinyatakan lulus dan meraih gelar doktoral dengan predikat summa cum laude. Saya banyak belajar dari beliau dan melihat lebih dekat bagaimana mental seorang yang sukses. Sebab untuk meraih sebuah kesuksesan, saya pikir tidak cukup dengan belajar dan bekerja keras begitu saja. Perlu juga membina dan membiasakan diri dengan mental kesuksesan. Mental orang sukses yang saya maksud adalah sesuatu (baik pikiran ataupun perasaan) yang mendorong seseorang menghasilkan gerak dan kebiasaan produktif dalam hidupnya. Bagaimanapun gerak itu adalah terjemahan dari pikiran dan perasaan seseorang . Apa yang ia pikirkan bisa dipahami dari apa yang ia lakukan. Sementara pemikiran dan perasaan itu adalah hasil dari input informasi dan pengalaman seseorang yang diolah oleh otak dan hatinya. Dulu ada kawan yang pernah bilang bahwa seseorang itu bisa dipahami dan dinilai karakter dirinya dari kualitas kata-katanya dan keefektifan geraknya. Sejak dua minggu ini saya bisa melihat bagaimana keseharian Dr. Oni, sejak beliau bangun pagi sampai tidur lagi. Paling tidak, ada tiga kebiasaan produktif pada Dr. Oni yang membuat saya tertarik. Pertama kebiasaan beliau bangun pagi sekali. Selalu saja beliau yang membangunkan kami untuk shalat shubuh. Pernah juga saya bangun beberapa jam sebelum shubuh dan saya liat ternyata beliau sudah bangun, menulis, membaca dan melakukan kesibukan lainnya. Kedua, kebiasaan membuat jadwal mingguan dan harian. Ini seperti pengakuan beliau saat diwawancarai oleh situs era muslim. Jadi setiap kegiatan benar-benar terencana dan terukur. Itu menjadikan waktu beliau efektif, tugas selesai dan meraih kesuksesan demi kesuksesan dimana-mana. Ini ternyata yang menjadi rahasia dibalik kesuksesan setiap aktifitas beliau yang sangat banyak dan ada dimana-mana saat di Kairo ini. Juga ketika di Indonesia dengan posisi beliau sebagai Civitas Akademika IAIN Serang, Konsultan Pendidikan di Serang, mengisi pengajian, menulis buku dan mengisi seminar Ketiga, kebiasaan murajaah Al Quran setiap seusai shalat. Datang ke mesjid saat azan. Menunggu iqamah, baca Al Quran. Seusai shalat, saat orang berdoa dan wirid, beliau melanjutkan murajaahnya. Setiap waktu bisa setengah juz, atau lebih. Disamping shalat berjamaah tetap terjaga. Keteraturan dan Konsistensi. Barangkali itu dua kata yang mewakili mental kesuksesan yang sempat saya perhatikan ada pada Dr. Oni Sahroni. Saya ingin mencoba membiasakannya juga. Moga waktu lebih produktif dan di esok hari nanti ada kesuksesan yang berkenan menyapa. Sumber : edukasi.kompasiana.com |