|
Ikatan Dokter Arab bekerjasama dengan Sindikat Dokter Mesir mengadakan muktamar memperingati Kemenangan Gaza dan Masa Depan Perlawanan (Muqawamah) pada Kamis, 21 Januari 2010 di Darel Hikmah, Qasrul Aini, Kairo. Mengangkat isu Israel sebagai musuh sebenarnya bagi bangsa Mesir khususnya, dan negara Arab umumnya. Sedianya, acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan. Namun sayang, lagi-lagi pemerintah Mesir menghalang-halangi khalayak yang sudah datang untuk memasuki gedung pertemuan. Jalan utama Qasrul Ayni di depan Darel Hikmah, kantor pusat Ikatan Dokter Arab pun menjadi macet. Acara yang diagendakan mulai pukul 18.00 pun menjadi molor. Ratusan khalayak yang sudah datang pun berdemo meneriakkan yel-yel mendukung Gaza dan Al-Aqsha, serta menuntut pihak polisi dan keamanan yang membuat pagar betis agar mengizinkan mereka mengikuti acara.
Salah seorang pembicara, Dr. Shofwat ahli strategi militer Mesir pun terpaksa tidak bisa memasuki ruangan. Akhirnya, acara tetap dimulai dengan pembicara utama Prof. Dr. Muhammad Imarah. Beliau menyampaikan, bahwa perlawanan (muqawamah) tidak akan bisa digantikan dengan perundingan (mufawadhah). Itu sama saja dengan mati konyol. Ambillah Vietnam sebagai contoh, walaupun di depan Amerika saat itu mereka melakukan perundingan damai, namun mereka tidak berhenti untuk angkat senjata. Adalah keputusan mati konyol ketika kita meninggalkan Jihad dan mempercayai pihak yang selalu berbohong, bahkan dengan menyerahkan senjata kita kepada mereka. Beliau juga menekankan bahwa musuh utama bangsa Mesir sebenarnya adalah Israel. Maka sangat tidak layak jika benteng Fuladzi itu didirikan terhadap saudara kita di Gaza. Dan Beliau optimis akan kemenangan umat Islam, ketika mempertahankan prinsip Jihad. Bahkan, bagian dari rahasia kemenangan Gerakan Perlawanan di Gaza karena mereka mengamalkan ayat ke 6 dari surat Al-Muzammil. “Sesungguhnya bangun di waktu Malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan”. Mereka adalah pejuang produk shalat-shalat malam (red) |