Opini
|
Urgensi Umat Menerima Kunjungan Presiden Barack Obama |
|
Ditulis Oleh Admin
|
M. Syamsi Ali
Tiada disangkal lagi, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat yang ke 44 merupakan salah satu figur utama dunia saat ini. Tentu bukan saja sebagai presiden negara superpower, tapi lebih dari itu adalah figur yang telah menjadi catatan sejarah dunia tersendiri. Sosok yang relatif baru dalam kancah politik, dari community organizer, state senator, terpilih menjadi senator AS, dan tiba-tiba mampu mengalahkan calon-calon presiden lainnya yang sangat senior, termasuk John Maccain dan sebelumnya sesama calon Partai Demokrat, Hillary Clinton.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Admin
|
|
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Logika Aktualisasi Gerakan Da'wah: PKS |
|
Ditulis Oleh Sandi
|
|
By: Mr. Q-Bal Platform pembangunan mereka memang tebal, 358 halaman. Puluhan doktor memeras serat-serat otak mereka untuk menganalisis problem bangsa yang tumpuk menumpuk. Membedah jasadnya, membentangkan 36 bidang, dari Politik Nasional, Perjuangan nelayan hingga UKM dan Koperasi, untuk diteropongi satuan-satuan peyakitnya, dan diberi obat-obat berdosis yang tidak rendah. Ini pekerjaan sebuah gerakan matang. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pertemuan Akal-akal Besar |
|
Ditulis Oleh Sandi
|
|
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Berdakwah dan Berprestasi, Mengapa Tidak? |
|
Ditulis Oleh Redaksi
|
Apabila kita buka lembaran sejarah sejak Islam muncul menyeruak dinamika peradaban dunia, maka kita akan menemukan bahwa di setiap kurun, selalu ada tokoh terdepan yang memimpin generasinya. Mereka adalah penggores tinta emas yang menjadi energi generasi belakangan. Nama mereka harum semerbak mewarnai langkah garis perjuangan orang-orang setelah mereka. Cita-cita mereka melampaui usia dan generasi di mana mereka hidup. Karena mereka berjalan dengan mentaati rambu-rambu perjuangan. Asa mereka dibalut dengan ketinggian dan keluhuran obsesi. Target mereka jauh ke depan demi menancapkan kepemimpinan Islam di atas semua peradaban. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Eksistensi Partai Dakwah dalam Konstelasi Politik di Indonesia |
|
Ditulis Oleh Redaksi
|
Jika dilihat, sejatinya atribut partai dakwah dan dakwah lewat partai pada PKS secara eksplisit tertuang dalam muqadimah Anggaran Dasar (AD) partai ini: “Bertolak dari kesadaran tersebut, maka dibentuklah Partai Keadilan, yakni partai politik yang mengemban amanah dakwah demi mewujudkan cita-cita universal dan menyalurkan aspirasi politik kaum muslimin beserta seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Seiring berkembangnya dinamika aspirasi masyarakat dan untuk menjamin kelangsungan dakwah, maka Partai Keadilan menjelmakan diri menjadi Partai Keadilan Sejahtera". (Muqaddimah AD PKS, Alinia 4-5) |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Golongan Putih (golput); Refleksi Sikap Konstruktif Ataukah Destruktif? |
|
Ditulis Oleh Joko Sumaryono, Lc.
|
Dinamika Masisir yang sarat dengan aktifitas yang progresif diharapkan mampu saling bersinergi satu sama lain. Sikap klaim kebenaran sepihak, atau menuding pihak lain, menutup komunikasi dan silaturahmi, persaingan yang tidak sehat, berfikir sempit dan hipokrit, dan menutup rapat kebebasan berdinamika bagi orang lain sudah seharusnya kita karantinakan agar kehidupan masyarakat mahasiswa di Mesir mampu mencerminkan prototype masyarakat yang agamis, demokratis, egaliter dan cendikia. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Partai Keadilan Sejahtera (PKS); Partainya Masisir |
|
Ditulis Oleh Lathif Hakim Abdul Basyir, MA
|
Coba kita kaji agar argumentasinya dapat meyakinkan hati kita. Pertama: Kita melihat nama partai. Nama partai: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai yang berorentasi masa depan, baik masa depan hidup di dunia dan masa depan hidup di akhirat. Karena kata keadilan adalah sifat yang paling tertinggi yang dipunyai oleh manusia. Orang yang berlaku adil baik dzahir dan bathin berarti ia adalah orang yang bertaqwa, karena keadilan itu lebih dekat pada ketaqwaan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Resensi : Ad-Dīn wa As-Siyāsah |
|
Ditulis Oleh Joko Sumaryono, Lc.
|
Perspektif kaum sekuler dan materialis selalu menganggap bahwa agama tidak lebih hanya sebatas hubungan vertikal antara seorang individu dengan Tuhannya. Bahkan mereka mengklaim bahwa agama dan politik adalah suatu hal yang mustahil untuk dipertemukan. Agama bersumber dari Tuhan, karakteristiknya pun selalu identik dengan nilai-nilai kesucian, dan tujuan jangka panjangnya adalah kehidupan akhirat. Sementara politik adalah kreatifitas dan rekaan akal manusia, karakteristiknya pun selalu kotor dan penuh tipu daya, dan tujuan akhirnya tidak lebih hanya pemuas kehidupan dunia. Pemikiran ini berkembang di dunia barat, namun cukup banyak juga pemikir Arab dan dunia Islam yang berpikiran sama, semisal Ali Abdul Raziq dan Mustafa Kemal Pasha. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kemenangan Islam itu Pasti |
|
Ditulis Oleh Hasanuddin Azali
|
|
Sejak runtuhnya khilafah Islamiyah tahun 1924 M., eksistensi politik dan hukum Islam telah lenyap dari kehidupan nyata kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Bersamaan dengan itu, bergeraklah kekuatan dari dalam dan luar, berskala lokal dan internasional; bekerja siang dan malam tak kenal lelah untuk menjalankan misi iblisnya, menghancurkan ideologi Islam dan menjauhkan kaum muslimin dari ajaran sucinya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Admin
|
|
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
(QS. Ali Imran:159) |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Si Hebat yang Rendah Hati |
|
Ditulis Oleh Abu Utsman El-Azizi
|
PIP-PKS Mesir: Gunung ternyata baru memperlihatkan sedikit dari kemegahan tubuhnya. Apa yang terlihat di atas permukaan bumi, sesungguhnya hanya potongan kecil dari konstruksi lengkapnya. Batang tubuhnya yang lebih besar sebenarnya ada di bawah permukaan tanah. Ia mengakar jauh menembus lapisan-lapisan bumi. Menjadi pasak yang menjaga stabilitas lempengan-lempengan yang terus bergerak di kedalaman puluhan kilometer di bawah sana. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|